Sejarah Inggris Raya dan Situs stonehenge (Batu tumit)

Permukiman manusia sebelum menjadi Britania Raya sudah terbentuk sejak sekitar 30.000 tahun yang lalu, terbukti dengan ditemukannya sebuah gua sekitar tahun 1820, temuan itu adalah tulang yang diperkirakan berusia sekitar 26.000 tahun yang lalu, yaitu kerangka laki-laki muda di Lubang Gua di Paviland di Gower pada tahun 1823 oleh William Buckland seorang profesor geologi di Universitas Oxford, temuan itu merujuk ke penelitian tentang sejarah Stonehenge.

Britania Raya adalah sebuah negara kesatuan yang diatur di bawah sistem parlementer dan monarki konstitusional, dengan kursi pemerintahannya berada di ibu kota London
Britania Raya atau Inggris Raya adalah sebuah negara kesatuan yang diatur di bawah sistem parlementer dan monarki konstitusional, dengan kursi pemerintahannya berada di ibu kota London. Terdapat empat negara dalam kedaulatan Britania Raya / Kerajaan Inggris Raya yang masing-masing berdiri sendiri, Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia dan Wales. negara tersebut memiliki pemerintahan tersendiri dan berbeda-beda kekuasaannya.
Pada tahun 1066, setelah Normandia menyerang Inggris dan dan menaklukkannya kemudian berhasil merebut sebagian besar wilayah Wales dan Irlandia dan membentuk permukiman di Skotlandia. Kedatangan bangsa Normandia ini membawa pengaruh besar, terhadap wilayah tersebut namun pada akhirnya tetap mampu berasimilasi dengan kebudayaan lokal di masing-masing negara.

Inggris pada abad pertengahan berhasil menaklukkan Wales namun upayanya untuk menaklukkan Skotlandia mengalami kegagalan hingga Skotlandia tetap mempertahankan kemerdekaannya, meskipun sering berkonflik dengan Inggris.
Stonehenge merupakan suatu bangunan yang dibangun pada zaman perunggu dan neolitikum, yang terletak berdekatan dengan Amesbury di Wiltshire, Inggris. Stonehenge merupakan lingkaran batu tegak yang berada di dalam lingkup tembok tanah dan merupakan salah satu situs yang paling terkenal di dunia.
Banyak teori para arkeolog memperkirakan bahwa bangunan tersebut didirikan antara 3.000 SM hingga 2.000 SM. Dan di tahun 2008, penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa usia batu pertama didirikan antara 2400 hingga 2200 SM, sedangkan teori lain mengindikasikan bahwa batu biru (bluestone) didirikan sekitar 3.000 SM.

Gundukan tanah dan parit berbentuk melingkar yang ada di sekitarnya, merupakan penanda mengenai tahapan awal pembangunan monumen tersebut. Penanggalan yang didapat dari fitur tersebut adalah sekitar 3.100 SM. Situs Stonehenge dan lingkungan di sekitarnya ditambahkan ke dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1986 bersamaan dengan Avebury Henge.

Stonehenge sendiri berasal dari kata Stone dan Henge. Yang berarti Batu dan lingkaran. Terdapat cerita rakyat yang tidak dapat dipastikan asalnya lebih awal dari abad ketujuh belas, menceritakan asal nama salah satu batu ini.
Setan membawa batu ini dari seorang wanita di Irlandia, membungkusnya, dan membawanya ke dataran Salisbury. Salah satu dari batu tersebut jatuh ke dalam Sungai Avon, dan batu yang tersisa dibawa ke dataran tersebut.
Setan tersebut kemudian berteriak, "Tidak seorang pun akan tahu bagaimana batu ini dibawa ke sini" Seorang pendeta menjawab, "Itu yang kaupikirkan!" Setan kemudian melemparkan salah satu batu kepadanya dan mengenai tumitnya.
Batu tersebut kemudian menancap di tanah dan berada di tempat tersebut hingga saat ini. Batu Tumit (The Heel Stone) oleh masyarakat sekitar dikenal pula dengan nama Friar's Heel.