Bahasa suku betawi dan jakarta

Jakarta. Di awal masa abad ke-20, sebutan betawi merupakan suatu pemberian dari koloni belanda kepada masyarakat setempat di Batavia (Jakarta) karena mereka menganggap etnis tersebut memiliki perbedaan dalam berkomunikasi/ber-bahasa dengan etnis sunda hingga mereka menyebutnya betawi, yaitu Keturunan dari Batavia. Betawi sendiri masyarakat yang memiliki budaya yang unik, di Indonesia budaya suku ini sudah banyak terkenal, mulai dari bahasa, makanan dan lainnya. Ondel-ondel, salah satu hiburan dan merupakan ikon kota Jakarta, boneka yang unik dan lucu yang memiliki tarian khas. Kerak telor, jajanan khas betawi yang lezat dan banyak digemari kaum muda, dan masih banyak lagi budaya yang berasal dari Jakarta yang unik dan patut kita ketahui.

jasa penerjemah bahasa di jakarta
Suku ini adalah masyarakat asli yang berkembang di Jakarta, meski terbilang kecil suku ini mampu bertahan hingga sekarang. Suku yang menggunakan bahasa betawi dan berada di jakarta ini (betawi) sendiri terbagi dalam beberapa golongan, yaitu Betawi pinggiran dan Betawi Kota. Untuk wilayah masyarakat Betawi Kota mencakup kawasan yang sekarang menjadi peniggalan koloni Belanda (Kawasan kota tua dan sekitarnya), dan selain itu yang masih dalam kawasan wilayah jakarta merupakan masyarakat Betawi ora atau Betawi pinggiran, betawi ora adalah sebutan orang-orang betawi pinggiran pada masa dulu oleh betawi kota.

Budaya Betawi, budaya suku betawi merupakan hasil perkawinan dari macam-macam kebudayaan, budaya yang dibawa oleh masing-masing suku adalah yang mempengaruhi bahasa dan budaya kehidupan mereka selanjutnya di jakarta. budaya sunda adalah salah satu budaya yang menjadi dasar etnis betawi, seperti dalam naskah Bujang Manik disebutkan masih banyak nama daerah dan nama sungai yang masih tetap dipertahankan dalam bahasa Sunda, misalnya, Ancol, Pancoran, Cilandak, Ciliwung, Cideng (bahasa sunda: Cihideung - Cideung –Cideng). Betawi kota sedikit cenderung mereka masyarakat perkotaan yang terpelajar dan betawi ora/pinggiran merupakan masyarakat pedesaan di jakarta.

Bahasa Betawi, bahasa ini berasal dari bahasa melayu terbukti dengan adanya istilah-istilah bahasa melayu, meski merupakan anak bahasa melayu, bahasa ini berkembang dengan campuran bahasa dari bahasa belanda, bahasa portugis yang dibawa oleh penjajah pada masa dulu dan bahasa arab, bahasa cina, dan lainnya yg merupakan bawaan para pedagang asing di jakarta, tidak heran jika hingga saat ini bahasa yang sering dituturkan di jakarta di setiap harinya sangat beragam karena kebutuhan oleh masing-masing suku.

Penduduk Jakarta, Sudah tidak asing lagi bahwa penduduk di Jakarta terdiri dari bermacam etnis, sebagian besar adalah suku jawa dan selebihnya adalah mereka dari berbagai penjuru pulau di Indonesia. Hal tersebut yang meyebabkan bahasa Jakarta (bahasa betawi) terkontaminasi oleh bahasa-bahasa lainnya.