Tuesday, July 28, 2015

Ragam dialek bahasa di Cirebon dan daerah sekitarnya

Penerjemah tersumpah dan resmi di cirebon
Cirebon adalah kota yang maju hingga saat ini dengan penduduk yang padat dan daerah yang terletak dipesisir pantai yang merupakan pusat perdagangan pada masa dulu yang merupakan tempat labuhan kapal dagang utama, kota Cirebon yang memiliki bahasa khas dan aneka jajanan unik yang menjadi ikon kota Cirebon, salah satunya adalah jamblang atau Nasi Jamblang yang terkenal dan patut dicoba bagi siapapun yang berkunjung ke kota Cirebon. Tidak hanya itu, bahasa Cirebon sendiri memiliki akar dan asal usul yang begitu unik dan penyebarannya yang pesat ke wilayah sekitarnya. Atas dasar linguistik dan politik, bahasa Cirebon merupakan suatu bahasa melainkan bukan sebuah dialek, banyak yang beranggapan bahwa bahasa Cirebon adalah sebuah dialek tetapi sampai saat ini dari pemerintah daerah tetap menganggap bahwa bahasa Cirebon merupakan suatu bahasa tersendiri dari daerah cirebon. Yang merupakan bahasa atas dasar politik misalnya jika dilihat dari sejarah tentang bahasa Indonesia yang sebenarnya berakar dari Bahasa Melayu dan seharusnya dinamakan bahasa Melayu dengan dialek Indonesia tetapi untuk kepentingan politik maka bahasa melayu yang berkembang di negara indonesia dan oleh pemerintah indonesia diklaim dan dinamakan bahasa Indonesia, begitu juga dengan bahasa cirebon jika ditinjau secara letak geografis bahasa cirebon disebut sebagai dialek jika dilihat secara nasional dengan melibatkan bahasa Jawa.

Bahasa yang unik ini yang sering disebut Basa Cerbon oleh masyarakat setempat adalah bahasa yang dituturkan di pesisir utara Jawa Barat, terutama mulai daerah Pedes hingga Cilamaya di Kabupaten Karawang, Blanakan, Pamanukan, Pusakanagara, Pusaka Ratu, Compreng di Kabupaten Subang, Jatibarang di Kabupaten Indramayu, Ligung, Jatitujuh, Sumberjaya, Dawuan, Kasokandel, Kertajati, Palasah, Jatiwangi, Sukahaji dan Sindang di Kabupaten Majalengka hingga Cirebon dan Losari Timur yang terletak di Wilayah Brebes, Jawa Tengah.

Pada abad ke-15 sampai ke-17, jenis dialek ini digunakan di wilayah perdagangan terutama pelabuhan utama di pesisir Jawa Barat, Kandungan Bahasa di Cirebon banyak dipengaruhi oleh unsur budaya Sunda karena sesuai keberadaannya yang terletak dalam perbatasan antara budaya Sunda, Kuningan dan Majalengka selain itu masih melekat budaya cina, arab dan eropa terbukti dengan adanya suku kata Bakda (Setelah) yang merupakan serapan Bahasa Arab, kata Sonder (Tanpa) yang merupakan bahasa eropa (Belanda), Taocang (Kuncir) yang merupakan bahasa China selebihnya adalah bentuk-bentuk bahasa Jawa kuno.

Untuk diakui sebagai sebuah bahasa tersendiri, suatu bahasa setidaknya membutuhkan sekitar 80% perbedaan dengan bahasa terdekatnya sedangkan perbedaan kosa kata Bahasa Cirebon dengan bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bahasa Jawa di Jawa Tengah mencapai 75%, sementara dalam dialek bahasa Cirebon dengan dialek di Jawa Timur sampai 76%.

Secara garis besar kosakata yang dimiliki oleh bahasa Cirebon tidak mengandung kesamaan dengan bahasa jawa meskipun dalam bahasa Cirebon yang dipergunakan di Cirebon dan indramayu itu termasuk dalam bahasa Jawa. Sastra Cirebonan sendiri sudah ada sebelum permulaan zaman Hindu dan telah mempengaruhi kebudayaan masyarakat Jawa.